Chapter 2 [part #1]

2 Bulan Sebelumnya

Kampus

Suasana kampus masih sedikit sepi. Hanya kelasku yang sudah kelar. Kelas-kelas sebelah masih belum kelar, bahkan ada yang sudah diberi materi kuliah oleh dosennya. Maklum hari pertama masuk setelah libur UTS 1 minggu.

gila.. habis liburan mereka langsung dijejali makanan para ilmuwan! kalkulus!

Continue reading ‘Chapter 2 [part #1]‘

Chapter 1 [part #3]

Apa hubungannya?

Dengan kedekatannya bersama Rei membuatnya sedikit susah menghilangkan yang namanya Rei dari dalam kepalanya. Rei-minded. Dan inilah yang menyebabkan Tugas Akhirnya yang semestinya harus dikerjakan malah menjadi terbengkalai karena pikirannya udah melebar untuk project yang lainnya, rei-project. Bisa jadi nantinya harus menikmati ganti judul seperti teman-temannya yg lain.

Makanya, seperti aku. Sudah dua kali ganti topik dan akhirnya sebentar lagi lulus.

Hahaha… narsis.

Continue reading ‘Chapter 1 [part #3]‘

intermezzo

wew… sudah lama juga meninggalkan blog. namun sebelum lanjut menulis cerbung-nya [yang sudah ditunggu salah satu penggemar gila, :wink: hihihi] setidaknya cerita sedikit beberapa pengalaman selama menjadi pengangguran.

ternyata wisuda itu tidak berkesan sama sekali… suerr. lebih berkesan ketika kita maju sidang tugas akhir… lebih ada taste‘nya [bikin hidup lebih hidup, :lol: hoehioheahiu]. apalagi pas menunggu hasilnya, wuih mak nyus tenan seperti kata Oom Bondan Winarno, wakakaka :mrgreen: .

Continue reading ‘intermezzo’

[ kenangan terindah ]

kenangan terindah

kenangan terindah

zzz… sudah sepi, sendirian di kamar dan ketika mendengarkan lagunya Sheila On 7 – Sahabat Sejati serta menemukan beberapa foto ini, ufffh… jadi speechless… sunday i’m in blue. arrgh… pengin rasanya mengulang waktu itu di kala itu.

a friend is a blessing…
a friend is a gift…
a friend is a treasure… which my heart cherish to keep…
a good friend is hard to find… tough to leave… unforgettable…
thanks for being my friend… [* quote from jessica imz]

Continue reading ‘[ kenangan terindah ]‘

matinya sebuah rasa


ada yang bergetar… rasanya tak beraturan

mengalir ke seluruh tubuh dan bermuara di dalam hati

semua terasa cepat ketika hati mulai merasa sepi

alunan nada yang melengkapi lantunan kata pun tidak dapat mengganti

mengganti matinya sebuah rasa

Continue reading ‘matinya sebuah rasa’

Next Page »